Follow Us

Close Language Selection

Tren Bubble Bread, Lembut Tanpa Diulen

Tren Bubble Bread, Lembut Tanpa Diulen

Bagi para penikmat roti yang juga gemar baking tentu akan sangat merasa bangga dan puas jika mampu menghasilkan roti yang sukses. Tidak hanya sukses dari rasa, namun juga tingkat keempukkan roti, awet lembutnya, dan serat roti yang panjang saat disobek. Tidak perlu khawatir gagal membuat roti karena proses mengulen yang salah karena saat ini banyak resep roti lembut tanpa diulen, salah satunya Bubble Bread!

 

Biasanya untuk bisa mendapatkan hasil roti yang sempurna, kita harus melalui proses pembuatan roti yang panjang dan mungkin bagi seorang awam atau pemula di dunia per-baking-an cukup bisa membuat mundur sebelum bertempur dengan adonan.Tentunya proses menguleni ini butuh waktu yang tak sebentar dan syarat keberhasilan roti lembut adalah adonannya harus elastis ketika ditarik. 

 

Roti adalah salah satu pilihan utama untuk mengganjal perut. Jenis panganan ini pastinya tak sulit ditemukan, entah di supermarket, toko kelontong, warung kecil, bahkan terkadang dijajakan lewat depan rumah. Banyak juga penikmat roti yang mulai bereksperimen dalam membuat rotinya sendiri. Namun proses mengulen yang bikin tangan gempor pun langsung terbayang karena belum memiliki mixer yang mumpuni ataupun keahlian menguleni dengan tangan. Eitss, jangan khawatir, resep roti saat ini juga banyak yang cocok untuk pemula.

 

Resep bubble bread yang sedang viral selain tanpa ulen juga tanpa telur. Mengapa disebut bubble bread? Karena roti ini berbentuk bulat seperti gelembung udara kecil yang digabung menjadi satu seperti roti sobek. Pembuatannya juga cukup mudah dan cepat. Untuk hasil yang lebih lembut, bisa ditambahkan dengan whipped cream bubuk seperti Haan Wippy Cream ataupun Haan Whiptopp.

 

Setelah adonan sudah diistirahatkan, bentuk bulat-bulat kecil dan bisa juga diisi dengan isian sesuai selera seperti Cokelat Colatta, Colatta Chocolate Filling  ataupun Colatta Glaze, lalu bulatkan. Berikut tips anti gagal untuk roti tanpa ulen:

 

1. Pastikan ragi aktif

Cara tahu ragi masih aktif adalah campurkan ke dalam air hangat. Tunggu bebeberapa saat hingga muncul buih-buih kecil di permukaan larutan ragi. Kalau tidak muncul buih, sebaiknya ragi tidak dipakai karena sudah tidak baik kualitasnya.Ragi adalah bahan pengembang “yang hidup” ketika dicampur dengan beberapa bahan seperti terigu, garam, dan gula. Bahan ini akan menurun kualitasnya jika mendekati tanggal kadaluarsa atau disimpan dengan tidak tepat. Jika menurun, otomatis ragi tak dapat mengembangkan roti dengan baik.

 

2. Ayak bahan kering terlebih dahulu

Proses mengayak tidak hanya menguraikan gumpalan bahan kering, tapi juga mempengaruhi hasil akhir panggangan. Roti dengan bahan kering yang sudah diayak akan terasa lebih ringan dan lembut teksturnya. Sebab, bahan kering yang sudah diayak akan lebih mudah tercampur dengan bahan-bahan lain.

 

3. Pakai air hangat untuk adonan

Air hangat pastinya bisa lebih menyatu dengan bahan kering seperti terigu. Di sisi lain, air hangat ini juga bisa mempercepat fermentasi roti. Setelah tercampur rata, adonan yang berisi ragi harus didiamkan selama beberapa saat supaya bisa melakukan proses fermentasi ini. Jika berhasil, adonan akan mengembang dua kali lebih besar dari semula.

Dengan menambahkan air hangat, proses fermentasi akan berlangsung lebih cepat.

 

4. Istirahatkan adonan sebelum dipanggang

Sebelum masuk dalam oven, adonan roti yang sudah ditata di atas loyang sebaiknya didiamkan dulu supaya bisa mengembang lagi. Jika sebelumnya adonan sudah difermentasi, maka ini adalah proses fermentasi kedua sebelum dimasukkan ke oven. Jika roti tidak mengembang saat fermentasi kedua, maka roti tidak akan mengembang sempurna saat dipanggang.

 


Related Highlights