Follow Us

Close Language Selection

Kreasi dan Modifikasi Sajian Wrap

Kreasi dan Modifikasi Sajian Wrap

Wrap bukanlah jenis roti tradisional yang berasal dari satu negara tertentu, melainkan konsep makanan yang menggunakan roti pipih (flatbread) untuk membungkus berbagai isian.

 

Akar sejarah wrap dapat ditelusuri ke berbagai budaya yang telah lama menggunakan roti pipih sebagai pembungkus makanan, seperti Mexico yang  menggunakan tortilla untuk membuat burrito dan berbagai hidangan gulung. 

 

Di Middle East mereka menggunakan pita dan lavash untuk membungkus daging, sayuran, dan saus. Sedangkan di Turkey dikenal dengan dürüm, yaitu daging dan sayuran yang dibungkus roti tipis. Mirip dengan Yunani yang menggunakan pita untuk gyros dan souvlaki. 

 

Wrap seperti yang dikenal saat ini—berisi ayam, sayuran, keju, atau saus dalam tortilla yang digulung rapat—mulai populer di United States pada tahun 1980-an hingga 1990-an.

Restoran dan kafe di Amerika mengembangkan wrap sebagai alternatif sandwich yang praktis dibawa bepergian, mudah dikonsumsi tanpa alat makan. Dapat diisi berbagai kombinasi bahan yang lebih sehat dan modern.

 

Meskipun sering dianggap sebagai makanan khas Amerika, wrap modern sebenarnya merupakan evolusi dari tradisi membungkus makanan dengan roti pipih yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun di Timur Tengah, Mediterania, dan Amerika Latin. Yang membuatnya populer secara global adalah adaptasi modernnya dalam industri makanan cepat saji dan kafe kontemporer.


Related Highlights